Seminar Nasional CERITA (Cerdas Bersama Statistika) 2015

o

Pekan Raya Statistika (PRS) merupakan salah satu acara terbesar yang dilaksanakan oleh Jurusan Statistika Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. PRS terbagi menjadi tiga sub kegiatan, yaitu STATION (Statistics Competition) 2015, DAC (Data Analyst Competition) 2015, dan CERITA (Cerdas Bersama Statistika) 2015. Dua dari tiga rangkaian acara PRS, yaitu STATION 2015 dan DAC 2015 diadakan di Jurusan Statistika ITS, sedangkan CERITA 2015 diadakan di luar dari kampus ITS Surabaya.

CERITA 2015 kali ini berlangsung pada hari Minggu, 8 Maret 2015 di Auditorium RRI Surabaya dengan mengangkat tema Young Generation for Indonesia’s Action in AEC 2015: Making Education is Our Priority. Acara dimulai pada pukul 08.40 dengan penampilan Tari Sparkling Surabaya dengan mengenakan kostum berwarna biru. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua CERITA 2015 dan Ketua Himpunan Mahasiswa Statistika ITS serta Ketua Himpunan Mahasiswa Diploma Statistika ITS yang berisikan permohonan maaf karena dua pembicara utama yang dijanjikan untuk hadir, ternyata berhalangan karena ada kegiatan yang bersifat mendesak. Sambutan berikutnya oleh Bapak Bambang Sampurno selaku Ketua LP2KHA ITS sekaligus membuka seminar nasional CERITA 2015 secara resmi. Sebagai tuan rumah dari tempat terselenggaranya kegiatan, Ibu Yunita sebagai Kepala RRI Surabaya juga didaulat untuk memberikan kesan dan pesan. Ibu Yunita berkata bahwa CERITA merupakan kegiatan pertama dari ITS Surabaya yang menggunakan Auditorium RRI Surabaya. Beliau berharap agar kerja sama ini bisa terus berlanjut.

Pada pukul 09.15, acara talk show pertama pun dimulai oleh seorang moderator. Talk show pertama menghadirkan dua orang pembicara muda yang luar biasa, yaitu Andri Rizki Putra dan Ananda Siregar. Rizki merupakan seorang pendiri dari Yayasan Pemimpin Anak Bangsa, (YPAB). Ia menceritakan banyak pengalaman pendidikannya, di mana dia sempat berhenti sekolah saat SMA karena menentang kebocoran soal UN yang dianggapnya bertentangan dengan nilai integritas dirinya sendiri. Namun, ia berhasil menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude dan hanya ditempuh selama 6 semester saja. Ia juga memberikan motivasi untuk peserta dalam menghadapi AEC, yaitu dengan mengubah mindset dan meningkatkan kemampuan karena nanti akan ada persaingan tanpa batas (borderless). Pembicara kedua, Ananda adalah CEO Blitzmegaplex dan Koordinator Relawan Turun Tangan. Ia menceritakan awalnya Relawan Turun Tangan disatukan karena politik, namun kemudian merembet untuk menyikapi isu-isu lain yang ada di sekeliling kita. Ananda mengatakan bahwa terdapat sebuah proyek yang digagas yaitu Gerakan Muda Membangun yang mirip dengan Indonesia Mengajar. Tujuan dari gerakan tersebut adalah mendorong pemuda untuk menjadi pemimpin di lingkungan sekitarnya, seperti menjadi Ketua RT (Rukun Tetangga). Selain itu, Ananda juga memberikan tips-tips untuk seorang entrepreneur dalam menghadapi AEC adalah harus menjadi seorang yang jeli dan mengerti pasar dari usaha yang kita geluti, serta harus terus latihan dalam berwirausaha. Talk show pertama selesai pukul 10.45 dan dilanjutkan dengan talk show sesi kedua.

oo

Talk show sesi kedua dibuka oleh moderator, yaitu Faisal Maulana dan diawali oleh pembicara pertama yaitu Bapak Bambang Sampurno yang membicarakan mengenai kesiapan mahasiswa ITS dalam mengahadapi AEC. Beliau mengatakan bahwa selain harus mahir dalam berbahasa Inggris sebagai modal utama dalam berkomunikasi saat AEC berlangsung, kemampuan hardskill dan softskill juga harus diasah dengan baik. Kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua, yaitu Ibu Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. Dalam menghadapi AEC, Bu Risma mengatakan bahwa perlu persiapan mental untuk siap bersaing. Selain itu, juga diperlukan juga keberanian untuk mengeksplor ilmu melalui aksi yang dapat bermanfaat di masyarakat.

Setelah talk show sesi kedua berakhir, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Seusai santap siang berakhir, acara terakhir pun segera dimulai, yaitu bedah buku Agility: Bukan Singa yang Mengembik bersama Bapak Prof. Rhenald Kasali yang merupakan seorang guru besar di bidang ilmu manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain menjadi seorang guru besar, Bapak Rhenald juga seorang penulis buku. Buku yang ditulisnya selalu menjadi perhatian kalangan bisnis dan hampir semuanya menjadi best seller. Bapak Rhenald memberikan pesan agar kita harus keluar dari zona nyaman walaupun tidak mudah untuk dilakukan. Dalam menghadapi AEC, beliau berpesan agar generasi muda berani untuk mengambil tantangan dan kesempatan untuk berkarier di luar negeri. Selain itu, juga harus bisa membuat sesuatu yang bermanfaat. Dengan berakhirnya acara bedah buku, CERITA 2015 pun berakhir pada pukul 14.30. Seminar nasional ini ditutup dengan penampilan dari ITS Jazz dengan menyumbang empat buah lagu. CERITA 2015 berakhir dengan sukses karena berhasil mendatangkan pembicara yang amat luar biasa dan menhadirkan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum yang tampak memadati Auditorium RRI Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *