Tingkatkan Minat Menulis dengan Creative Writing Talkshow

“Menulis perlu sebuah totalitas untuk memulai menuangkan isi. Menulis berarti siap untuk mendapatkan kritik, masukan, dan apresiasi. Menulis itu butuh keberanian, sebuah keikhlasan untuk mencoba.” Begitulah kiranya kiat menulis yang disampaikan oleh Azhar Nurun Ala dalam Creative Writing Talkshow yang diadakan oleh Divisi PERS Himpunan Mahasiswa Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (HIMASTA-ITS) di Gedung SCC ITS Lt. 3 pada Minggu, (12/4).

Gedung SCC ITS, Pers- Gedung SCC ITS Lt. 3 tampak ramai pada Minggu, (12/4). Pasalnya, sebanyak 120 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum se-Surabaya mengikuti kegiatan Creative Writing Talkshow yang diadakan oleh Divisi PERS HIMASTA-ITS. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat menulis tersebut mengundang dua orang pembicara, yaitu Azhar Nurun Ala dan Bernard Batubara.

Dalam kesempatannya, Azhar begitu ia akrab disapa, berbagi pengalaman dalam menulis. Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden BEM UI tersebut, menulis dapat dimulai dengan apa yang kita ketahui, yang kita rasakan, dan yang kita lihat. Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa menulis itu adalah suatu terapi. “Menulis itu adalah suatu terapi. Membuat suatu tulisan itu menjadikan kita dalam bentuk lain yang mampu mengingatkan kita saat kita lalai,” ujarnya memperjelas.

Berbeda dengan Azhar, selama kegiatan Creative Writing Talkshow, Bernard Batubara menyampaikan materi mengenai Creative Writing. Menurut penulis novel Radio Galau FM tersebut, Creative Writing merupakan bentuk tulisan di luar batas-batas tulisan ilmiah atau teknis. “It’s a story telling, bagaimana cara kita bercerita atau bernarasi mengenai sesuatu,” terangnya.

Selain itu, Bara juga menuturkan bahwa hal terpenting dalam menulis sebuah cerita adalah ide dasar. Tidak perlu mencari ide dasar yang besar, namun dari hal kecil pun seperti kejadian sehari-hari juga dapat dirangkai menjadi sebuah cerita. Namun tantangannya, adalah bagaimana kita menyampaikan cerita tersebut dengan cara yang baru.

“Menulis tidak lebih perkara dua hal, menyampaikan apa dan dengan cara bagaimana,” pungkas penulis yang baru saja menerbitkan Kumpulan Cerita Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri. (hyr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *